Tampilkan postingan dengan label makna hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makna hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Februari 2014

Jalan Kehidupan

Apakah hidup ini sulit? Jika ditanyakan kepada orang yg berbeda tentu akan mendapatkan jawaban yg berbeda pula. Sebagai akan mengatakan sulit, namun sebagian lainnya mungkin menjawab mudah. Jadi manakah yg benar?

Sebenarnya menurutku semua itu tergantung dari bagaimana masing2 orang menjalani kehidupan itu sendiri. Jika terlalu serius,maka akan berat. Namun jika tidak serius juga akan berantakan. Serba salah lagi kn? Itulah intinya!
Hidup ini memang serba salah. Karena dalam hidup ini tidak ada kata 'absolut'. Hidup harus dijalani dengan 'keseimbangan'. Namun bagaimana kita membatasi diri kita untuk selalu 'seimbang'? Itu adalah pertanyaan dengan jawaban yg pasti berbeda2 utk masing2 orang. Kenapa? Karena setiap orang terlahir berbeda. Tidak ada yg sama persis. Mirip mungkin, tapi tidak sama. Bahkan anak kembar sekalipun.

Ini adalah masalah semua orang. Jika mereka berhasil, maka mereka akan menemukan kebahagian jiwa yg luarbiasa. Jika tidak,entah apa kata yg tepat untuk menggambarkannya.
Begitupun aku yg sekarang. Terlahir dengan kemampuan, yg menurut sebagian orang yg dulu mengenalku, luar biasa, namun tidak digunakan dengan baik dan seimbang, sekarang kemampuan itu telah menghilang entah kemana. Entah hanya tertidur, berkarat, atau benar2 hilang untuk selamanya. Satu hal yg ku tau pasti, aku yg sekarang tidak lagi seperti yg dulu. Apakah itu sesuatu yang baik? Entahlah. Jika berintrospeksi, ada kebaikan dan banyak kejelekan.

Manusia berubah dan dipaksa berubah oleh banyak faktor,salah satunya adalah keadaan. Mungkin sebagian dari kita sudah mengalaminya. Namun hal ini bukan sesuatu yg jarang terjadi, namun wesuatu yg selalu terjadi selama hidup kita. Akan selalu ada suatu keadaan yg membuat kita harus menentukan pilihan penting dalam hidup, yg itu akan menentukan jalur kehidupan kita di masa mendatang. Setiap detik kehidupan kita menentukan detik selanjutnya. Dan satu hal yang harus kita ingat, kita tidak bisa kembali ke masa lalu!

Apa kunci agar kita tidak menyesal kemudian? Menurutku itu adalah 'keseimbangan' dan 'hati'. Utk yg pertama, mungkin bnyk teori yg bisa digunakan,walau berbeda antara satu org dgn yg lain. Tp utk yg kedua, hanya diri kita sendiri yg bisa menentukannya. Lihat situasi dan ikuti kata hati!

Jadi,apakah hidup itu sulit? Jika aku ditanya, maka aku akan menjawab IYA! Kenapa? Karena kita harus menanggung beban tiap detik keputisan kita dan tidak menyesalinya. Namun semua beban itu dapat kita kurangi jika kita jalani hidup dengan 'seimbang' dan selalu mengikuti kata hati kita. Itu semua cukup untuk membuatku sanggup,namun yg terpenting dari semua itu adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah dan percaya bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik bagi kita selama kita mau berusaha sungguh2.

Jalani hidup dengan santai dan penuh tanggungjawab. Tidak mudah namun tidak mustahil. Semangatlah diriku!!!

Rabu, 12 Oktober 2011

Sesuatu...

Ku mencoba memahami sesuatu. Seperti matematika, permasalahan yang rumit akan mudah dimengerti jika kita telusuri dari dasarnya, dari hal yang paling mendasar, baru kita lanjut ke permasalahan yang lebih rumit. Begitu pula saat ini, ku coba menerapkan itu untuk hal lain. Sesuatu..

Minggu, 06 Februari 2011

Cerita Kakak dan Adik

Beberapa hari yang lalu aku dapat kisah yang mengharukan tentang kakak dan adiknya. Aku harap kalian membacanya dengan pelan sambil meresapi makna yg tertera didalam cerita ini.

the story begin now :

Basuki_Abdullah Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan diriku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!

"Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!

"Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi. "Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya merengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..."Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. "Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan, saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai! "Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimkanmu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa tersentuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu.”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.

"Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya."Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."Di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya,dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Berkali-kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga,mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah disini.

"Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya."Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan menjadi buah bibir orang?

"Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"Mengapa membicarakan masa lalu?"Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?"Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.

"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih kepadanya adalah adikku."Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

 

"When life gives you a hundred reasons to cry, show life that you have a THOUSAND reasons to smile.."

Senin, 31 Januari 2011

Cinta dan Sahabat




Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung.
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga...

Kenapa??

Karena CINTA itu buta...
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga...

Kenapa??

Karena... KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!
tetapi Di dalam telaga CINTA hilang...

Kenapa??

Karena... CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari
apa lagi dalam telaga yang gelap...
Sedangkan KAWAN masih lagi mencari-cari dimana CINTA & terus menunggu..

Kenapa??

Karana... KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia...

so, hargai lah KAWAN kita selagi kita terasa dia BERARTI....

Walau kita punya couple, teman tetap yang paling setia.
Walau kita punya harta banyak, teman tetap yang paling berharga.


frenz 4ever............

Sabtu, 29 Januari 2011

Arti Suka, sayang, dan Cinta




Saat kamu menyukai seseorang, kamu ingin memilikinya untuk keegoisanmu.saat kamu menyayangi seseorang, kamu ingin sekali membuatnya bahagia bukan hanya untuk dirimu sendiri.saat kamu mencintai seseorang, kamu akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya sekalipun harus mengorbankan jiwamu.

saat kamu menyukai seseorang dan berada di sisinya, kamu akan bertanya "bolehkah aku menciummu ?"saat kamu menyayangi seseorang dan berada di sisinya, kamu akan bertanya "bolehkah aku memelukmu ?"saat kamu mencintai seseorang dan berada di sisinya, kamu akan menggemgam erat tangannya.

suka adalah saat dia menangis, kamu akan berkata "sudahlah, jangan menangis"sayang adalah saat dia menangis, kamu akan menangis bersamanya dan memeluknya.cinta adalah saat dia menangis, kamu akan membiarkan dia menangis di pundakmu dan berkata " mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."

suka adalah saat kamu melihatnya kamu akan berkata " ia sangat cantik dan menawan"sayang adalah saat kamu melihatnya, kamu akan melihatnya dari hatimu dan bukan dari matamu.cinta adalah saat kamu melihatnya kamu akan berkata "bagiku dia adalah anugrah terindah yg pernah tuhan berikan".

pada saat orang yg kamu suka menyakitimu, kamu akan marah tidak mau bicara padanya.pada saat orang yg kamu sayang menyakitimu, maka kamu akan menangis untuknya,pada saat orang yg kamu cintai menyakitimu, maka kamu akan berkata "tak apa, dia hanya tdk tau dan tdk mengerti apa yg dia lakukan."

pada saat kamu suka padanya maka kamu akan memaksanya untuk menyukaimu.pada saat kamu sayang padanya maka kamu akan membiarkannya memilih.pada saat kamu cinta padanya maka kamu akan selalu menantinya dengan setia dan tulus.

suka adalah kamu akan menemaninya apapun adanya dirinya.sayang adalah kamu akan menemaninya disaat dia membutuhkanmu.cinta adalah kamu akan menemaninya disaat apapun bagaimanapun keadaannya.

suka adalah hal yg menuntut.sayang adalah hal yg memberi dan menerima.cinta adalah hal yg memberi dengan rela dan tulus.jadi suka, sayang, dan cinta adalah hal yg saling melengkapi dalam kehidupan.
From ***The Secret***

Jumat, 01 Oktober 2010

Arti Ulang Tahun

Hari ini teman-teman ku merayakan ulang tahun ku yang sebenarnya pada tanggal 14 september. Yah, walaupun terlambat lama namun bagiku yang penting adalah perasaan mereka. Namun hal ini juga mengingatkanku pada kejadian yang terjadi pada tepat hari ulang tahunku, 14 september.

Pada hari itu, aku masih di rumah nenekku di Batang. Keluargakku berencana mengadakan semacam surprise party untukku. Saat itu aku sedang tidur. Tiba-tiba ku dibangunkan dan katanya aku dipanggil bapak. Langsung saja ku bergegas ke halaman belakang. Hendak masuk ke halaman belakang, q sudah melihat bahwa mereka mau makan-makan di halaman. Langsung ku keluar.

Rabu, 22 September 2010

Merubah orang

Q dah coba baca-baca buku tentang kehidupan gitu. Salah satunya  How to Win Friends and Influence People